top of page

Oracle–AWS Perluas Multicloud Networking untuk Cross-Cloud Workloads Berperforma Tinggi

  • 5 days ago
  • 3 min read
kolaborasi oracle dan aws dorong performa multicloud

Oracle dan AWS memperluas integrasi multicloud mereka dengan menghadirkan private, high-bandwidth, low-latency connectivity antara OCI dan AWS. Inisiatif ini ditujukan untuk menyederhanakan deployment workload lintas cloud dan meningkatkan performa data transfer, meski implementasinya masih akan dirilis bertahap mulai 2026.


Oracle dan AWS Memperkuat Layer Networking dalam Arsitektur Multicloud


Oracle dan Amazon Web Services (AWS) mengumumkan ekspansi terbaru dalam kemitraan multicloud mereka, dengan fokus utama pada peningkatan konektivitas jaringan antar platform. Integrasi ini menghubungkan Oracle Cloud Infrastructure (OCI) dan AWS melalui interconnect yang lebih terkoordinasi, memungkinkan enterprise membangun koneksi private tanpa harus melewati public internet.

Pendekatan ini secara langsung menargetkan dua masalah klasik dalam multicloud: latency dan kompleksitas networking. Dengan menyediakan jalur komunikasi yang dedicated dan berperforma tinggi, Oracle dan AWS berupaya membuat workload lintas cloud terasa seperti berjalan dalam satu environment yang terintegrasi.

Namun, penting dicatat bahwa solusi ini masih dalam tahap rollout awal. Oracle menyebutkan bahwa availability akan dimulai secara terbatas pada 2026, dengan region awal seperti AWS us-east-1 (N. Virginia), sebelum diperluas ke wilayah lain.


Dari Interoperability ke Enhanced Cross-Cloud Networking


Kemitraan Oracle–AWS bukanlah hal baru. Sebelumnya, kedua perusahaan telah menghadirkan berbagai bentuk interoperability, termasuk integrasi layanan database dan workload deployment lintas platform.

Yang berubah dalam pengumuman ini bukanlah arah strateginya, melainkan kedalaman pada layer networking. Alih-alih hanya memastikan workload dapat berjalan di dua cloud, Oracle dan AWS kini fokus pada bagaimana konektivitas tersebut dapat dioptimalkan secara performa dan operasional.

Integrasi ini secara spesifik memperkuat hubungan antara layanan interconnect masing-masing provider, menciptakan jalur komunikasi yang lebih terstandarisasi dan dikelola langsung oleh kedua platform. Dengan demikian, enterprise tidak perlu lagi mengandalkan konfigurasi networking yang kompleks atau third-party provider untuk menghubungkan dua cloud environment.


Menyederhanakan Deployment dan Operasional Multicloud


Salah satu pesan utama dari announcement ini adalah simplifikasi. Oracle menekankan bahwa integrasi ini dirancang untuk mengurangi kompleksitas yang biasanya muncul dalam arsitektur multicloud.

Tanpa interconnect yang terintegrasi, perusahaan seringkali harus: mengelola vendor jaringan tambahan, menyiapkan infrastruktur fisik, atau membangun mekanisme data replication yang kompleks.

Dengan pendekatan baru ini, sebagian besar beban tersebut dapat dikurangi karena konektivitas sudah disediakan langsung oleh Oracle dan AWS sebagai bagian dari platform mereka.

Implikasinya cukup signifikan: multicloud tidak lagi membutuhkan effort engineering yang berat hanya untuk membangun fondasi networking, sehingga barrier untuk adopsi production workload menjadi lebih rendah.


Use Case Enterprise: Dari Split-Stack hingga AI Workloads


Dengan konektivitas yang lebih stabil dan berperforma tinggi, berbagai use case multicloud menjadi lebih realistis untuk dijalankan dalam skala produksi.

Split-stack architecture menjadi salah satu skenario paling jelas. Enterprise dapat menjalankan database di OCI, sementara application layer atau services berjalan di AWS, tanpa harus khawatir terhadap latency yang mengganggu komunikasi antar layer.

Selain itu, fleksibilitas dalam mengelola data juga meningkat. Dataset besar dapat tetap berada di satu cloud, sementara processing atau analytics dilakukan di cloud lain. Ini mengurangi kebutuhan untuk memindahkan data secara besar-besaran, sekaligus meningkatkan efisiensi.

Untuk AI workloads, kebutuhan akan high-throughput data transfer menjadi semakin penting. Training, inference, dan real-time processing seringkali membutuhkan aliran data yang cepat dan konsisten antar environment. Enhanced interconnect ini membuka jalan untuk pipeline AI yang lebih efisien, terutama ketika memanfaatkan layanan berbeda dari masing-masing cloud provider.

Di sisi lain, enterprise juga dapat membangun strategi disaster recovery dan redundancy lintas cloud dengan lebih mudah, meningkatkan resilience terhadap failure pada satu provider.


Strategi Cloud Bergeser ke Model Ecosystem


Langkah Oracle dan AWS ini mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam industri cloud. Alih-alih mendorong lock-in, provider kini mulai mengakomodasi kebutuhan enterprise yang semakin mengandalkan multicloud.

Menariknya, dua pemain besar yang secara langsung bersaing justru memperdalam integrasi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi tidak lagi hanya terjadi pada level produk individual, tetapi pada kemampuan untuk menjadi bagian dari ecosystem yang lebih luas.

Bagi enterprise, ini berarti fleksibilitas yang lebih besar dalam memilih layanan terbaik dari masing-masing provider tanpa harus mengorbankan integrasi atau performa. Namun, di sisi lain, ini juga menuntut kemampuan baru dalam mengelola arsitektur yang semakin kompleks.


Multicloud Menuju Fase Interconnected Infrastructure


Ekspansi ini menandai fase baru dalam evolusi multicloud. Cloud tidak lagi diposisikan sebagai silo terpisah, tetapi sebagai bagian dari sistem yang saling terhubung.

Fokus utama mulai bergeser dari sekadar “di mana workload dijalankan” menjadi “bagaimana workload berjalan secara optimal di berbagai environment sekaligus.” Networking, yang sebelumnya sering dianggap sebagai layer pendukung, kini menjadi komponen strategis dalam menentukan keberhasilan arsitektur multicloud.

Meski masih dalam tahap awal rollout, arah yang ditunjukkan oleh Oracle dan AWS cukup jelas. Multicloud tidak lagi sekadar opsi tambahan atau strategi cadangan, tetapi sedang berkembang menjadi fondasi utama bagi infrastruktur digital modern, dengan connectivity sebagai kunci utamanya.

bottom of page
GAIA — ICS Compute AI Assistant